.
Barometerkepri.com | Batam, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menuding buruknya pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui Kepala Humas, Andre, pihaknya membantah keras seluruh tudingan tersebut dan menilai informasi yang beredar tidak berimbang serta berpotensi menyesatkan masyarakat.
Andre menegaskan, pemberitaan yang muncul belakangan ini dinilai tidak memenuhi kaidah jurnalistik yang baik karena sama sekali tidak melakukan proses konfirmasi kepada pihak resmi lapas. Akibatnya, fakta yang disampaikan dianggap tidak utuh dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya yang terjadi di dalam lapas.
“Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang tidak dikonfirmasi terlebih dahulu. Itu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Seharusnya media bertanya dulu kepada kami, jangan langsung menggiring opini seolah-olah pelayanan kami buruk. Padahal faktanya tidak seperti itu,” tegas Andre dengan nada keras.
Menanggapi isu yang menyebut akses berobat dipersulit, Andre menegaskan hal tersebut tidak benar. Ia memastikan bahwa setiap warga binaan yang mengeluh sakit atau membutuhkan penanganan medis akan selalu difasilitasi tanpa ada kendala atau perpanjangan tangan birokrasi.
“Kalau soal warga binaan berobat, tidak ada alasan untuk dipersulit. Semua yang butuh penanganan pasti kami layani. Petugas medis kami siap dan selalu bergerak cepat. Itu sudah menjadi kewajiban dan prioritas kami,” ujarnya.
Saat ini, layanan kesehatan di Lapas Batam didukung oleh satu orang dokter dan tim perawat yang selalu siaga. Klinik kesehatan juga beroperasi secara rutin setiap hari. Andre mengakui memang ada keterbatasan dari segi jumlah sumber daya manusia, namun hal itu tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan.
“Meskipun jumlah tenaga terbatas, kami tetap bekerja profesional. Penanganan dilakukan sesuai prosedur operasional standar dan skala prioritas medis. Tidak ada yang ditelantarkan,” tambahnya.
Terkait sorotan mengenai ketersediaan obat dan tudingan sulitnya akses pengobatan, Andre kembali menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sesuai fakta. Pihak lapas berupaya semaksimal mungkin menjaga stok obat-obatan dasar agar selalu tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, ia menegaskan bahwa dalam dunia medis, tidak semua tindakan atau permintaan bisa dilakukan secara instan dan sembarangan. Semua harus berbasis pada indikasi medis dan diagnosis yang jelas.
“Stok obat selalu kami upayakan tersedia. Tapi kami juga tidak bisa asal memberikan obat atau tindakan tanpa dasar medis yang jelas. Ada mekanisme dan aturannya. Untuk kasus tertentu memang butuh proses pemeriksaan lebih lanjut atau rujukan, itu demi kebaikan dan keselamatan pasien sendiri,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Andre menegaskan bahwa pihak Lapas Batam sangat terbuka untuk dikonfirmasi kapan saja dan siap menyajikan data serta fakta yang valid. Ia meminta agar isu-isu yang tidak berdasar tidak terus dikembangkan karena hanya akan merusak citra institusi dan meresahkan publik.
“Kami berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik dan menjamin hak dasar warga binaan, termasuk soal kesehatan. Jangan sampai opini yang tidak jelas kebenarannya justru merusak kepercayaan masyarakat. Kami siap buka data dan klarifikasi secara transparan selama dilakukan dengan cara yang benar,” tutup Andre.

