.
Barometerkepri.com | Batam, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, S.STP., M.Si., menegaskan pentingnya literasi digital serta perlindungan anak di ruang digital dalam Talkshow Pendidikan pada kegiatan Nihon Nagoya Fest 2026 yang digelar di Nagoya Hill Mall, Kamis (23/04/26).
Dalam kesempatan tersebut, Rudi Panjaitan hadir sebagai narasumber pada sesi bertema “Pendidikan Relevan: Menjawab Tantangan Globalisasi di Era Digital”, dengan fokus pembahasan “Mencetak Generasi Entrepreneur: Sinergi Dunia Pendidikan, Dunia Usaha, dan Pemerintah.”
“Kita tidak bisa menolak arus digitalisasi. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta dan inovator,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, transformasi digital membawa peluang besar sekaligus tantangan serius, mulai dari maraknya hoaks, penipuan digital, hingga ancaman terhadap keamanan data pribadi. Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak dan aman.
“Literasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Masyarakat harus memahami bagaimana menggunakan teknologi dengan benar, menjaga keamanan data, serta mampu memilah informasi yang beredar,” jelasnya.
Selain itu, Rudi juga menyoroti implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) sebagai langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.
Menurutnya, PP TUNAS menegaskan tanggung jawab penyelenggara platform digital untuk melakukan moderasi konten, menyediakan mekanisme pelaporan yang cepat, serta menerapkan verifikasi usia pengguna guna mencegah paparan konten negatif kepada anak-anak.
“Perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, orang tua, sekolah, dan platform digital harus bersinergi untuk memastikan anak-anak terlindungi dari konten berbahaya,” tegasnya.
Dalam paparannya, Rudi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha dalam mencetak generasi entrepreneur yang mampu bersaing di era globalisasi. Ia menyebutkan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi modal utama dalam mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Kita ingin generasi muda Batam tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Ia juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk meningkatkan kemampuan digital, kreativitas, serta keberanian dalam mengambil peluang di era ekonomi digital.
“Di era ini, siapa yang cepat beradaptasi, dia yang akan bertahan dan unggul,” tambahnya.
Kegiatan Nihon Nagoya Fest sendiri merupakan ajang yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, hiburan, serta kolaborasi komunitas yang bertujuan memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang dan berkreasi.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kota Batam berharap pesan literasi digital dan perlindungan anak dapat semakin luas tersampaikan kepada masyarakat, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif di Kota Batam.

