.
Barometerkepri.com | Batam, Seringnya terjadi korban kecelakaan kerja dilokasi Shipyard PT. ASL Tanjung Uncang makin menimbulkan Polemik di tengah Masyarakat, Demikian pihak keluarga korban yang merasakan kehilangan atas insiden yang dialami karyawan hingga merenggut nyawa. Korban yang merupakan pekerja sebagai karyawan, perusahaan besar galangan shipyard kini menjadi momok menakutkan akibat Insiden tersebut. Baru baru ini kembali menelan korban dengan menewaskan tiga karyawan. dan sudah dievakuasi dengan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Mutiara Aini , Batu Aji, Kejadian sekira sore, Jumat (06/03/26). Batu Aji, Batam.
Rasa Sedih yang dialami keluarga korban setelah mengetahui Insiden sebelumnya dengan Jumlah korban kecelakaan kerja sebanyak 20 orang kini serasa belum hilang, dugaan jumlah kecelakaan kerja yang merenggut nyawa karyawan makin bertambah dengan sebanyak tiga orang korban.
Kematian pekerja di tempat kerja seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak, bahwa keselamatan pekerja bukan sekadar prosedur administratif, tetapi menyangkut nyawa manusia.
Publik semakin serius mendalami penyebab kejadian dan Bagaimana pengawasan K3 dalam hal ini safety. Karena boleh dikatakan belum memenuhi standarisasi pengawasan karna disebut lalai dan lemah disaat kegiatan berlangsung pada kawasan PT ASL Shipyard,
Informasi yang diperoleh sementara dari masyarakat menyebutkan tiga orang pekerja diduga tenggelam dan meninggal bersamaan dengan kapal. meskipun hingga saat ini kronologi pasti kejadian masih belum dapat dipastikan.
Upaya awak media untuk melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan selalu menemui jalan buntu. Ketika petugas sekuriti dimintai jawaban pada pintu masuk tidak dapat memberikan keterangan bahkan membantah adanya kejadian tersebut.
Ketika sekuriti melaporkan kedatangan awak media kepada pimpinannya melalui handy talky (HT), terdengar jawaban dari pihak internal perusahaan menyampaikan bahwa belum dapat memberikan keterangan.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Dicky Wijaya, namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor galangan kapal di Batam. Pasalnya, berdasarkan penelusuran informasi yang diperoleh media ini, insiden yang menyebabkan korban jiwa di lingkungan kerja PT ASL Shipyard disebut-sebut selalu berulang terjadi.
Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, publik mengetahui peristiwa kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja diduga telah terjadi hingga tiga kali. Jika informasi ini terbukti benar, maka aparat penegak hukum serta instansi pengawas ketenagakerjaan diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian serta mengevaluasi penerapan sistem keselamatan kerja pada perusahaan tersebut.
Red


