BAROMETER KEPRI
Selasa, 11 Agustus 2026, Agustus 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-11T08:07:28Z
Batam.HukumNewsRutan Batam

Pihak Rutan Pastikan Keamanan dan Jelaskan Aturan Besuk, Orang Tua Yehezkiel Tak Perlu Kuatir

.


 

Barometerkepri.com | Batam, Ibunda Yehezkiel Benaya Christo Hutagalung mengaku khawatir terhadap kondisi putranya setelah ditempatkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam. Kekhawatiran itu muncul karena kondisi kesehatan Yehezkiel disebut belum sepenuhnya pulih, sementara keluarga belum dapat membesuk maupun mengantarkan makanan secara langsung.


Selain kondisi kesehatan, keluarga juga mempertanyakan bagaimana kebutuhan makan Yehezkiel selama berada di dalam Rutan serta keamanan putranya selama menjalani masa penahanan.


“Sebagai ibu tentu saya khawatir. Kondisi anak saya masih belum benar-benar sehat. Saya juga memikirkan bagaimana makannya, bagaimana keamanannya, dan kenapa kami belum bisa membesuk sekadar melihat atau menyapa dia,” ungkap ibunda Yehezkiel. Menanggapi kekhawatiran tersebut, awak media mencoba menelusuri kondisi Yehezkiel dan meminta penjelasan pihak Rutan Batam, Senin (10/8/2026).


Kabid Humas Rutan Batam, Ahad Riadi, menjelaskan bahwa Yehezkiel belum dapat menerima kunjungan keluarga karena masih menjalani masa pengenalan lingkungan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku di Rutan.


Menurutnya, warga tahanan yang baru masuk harus menjalani masa pengenalan lingkungan selama minimal tujuh hari sebelum dapat menerima kunjungan.


“Terkait kekhawatiran ibunda Yehezkiel, kami harap keluarga bersabar. Kami dari pihak Rutan memastikan bahwa Yehezkiel berada dalam kondisi aman di dalam Rutan,” ujar Ahad.


Ia menegaskan pihak Rutan memiliki tanggung jawab menjaga keamanan seluruh tahanan tanpa membeda-bedakan latar belakang perkara maupun status masing-masing.


Karena itu, keluarga diminta tidak terlalu khawatir terhadap keselamatan Yehezkiel selama berada dalam pengawasan petugas.


Ahad juga berharap setelah masa pengenalan lingkungan selesai dan kunjungan keluarga dibuka, orang tua maupun keluarga dapat memberikan dukungan moral sekaligus nasihat kepada Yehezkiel agar mengikuti seluruh aturan selama berada di Rutan.


“Kami berharap nanti ketika keluarga sudah bisa membesuk, anaknya dinasihati agar berkelakuan baik, tidak berkelahi dan tidak membuat masalah. Kalau ada catatan perilaku tidak baik, itu akan menjadi catatan dalam sistem,” katanya.


Menurut Ahad, sikap kooperatif dan perilaku baik selama berada di Rutan akan membantu proses pembinaan terhadap setiap tahanan.


“Kami berharap dia tidak membuat onar, tetap beritikad baik dan mengikuti aturan. Kalau perilakunya baik tentu akan lebih mudah bagi kami untuk membantu dalam proses pembinaan,” tegasnya. Rutan Batam Dihuni 1.183 Orang


Dalam kesempatan tersebut, Ahad juga menjelaskan kondisi penghuni Rutan Batam. Saat ini jumlah warga binaan dan tahanan yang menempati Rutan Batam disebut mencapai sekitar 1.183 orang.


Pihak Rutan menjalankan sejumlah program pembinaan bagi para penghuni selama menjalani masa penahanan.


Menurut Ahad, pembinaan tersebut secara umum diarahkan pada dua pola, yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.


Program yang dijalankan antara lain kegiatan kerohanian, ibadah, salat bagi warga binaan muslim, serta berbagai kegiatan produktif dan keterampilan.


Pembinaan tersebut diharapkan dapat membentuk perilaku yang lebih baik sekaligus memberikan kegiatan positif kepada penghuni Rutan selama menjalani proses hukum maupun masa pidana.


Bagi keluarga Yehezkiel, penjelasan dari pihak Rutan setidaknya memberi sedikit kepastian mengenai kondisi keamanan putranya.


Namun, sebagai seorang ibu, kekhawatiran tetap ada. Keluarga berharap dapat segera memperoleh kesempatan untuk membesuk Yehezkiel setelah masa pengenalan lingkungan selesai, terlebih kondisi kesehatannya masih menjadi perhatian keluarga.


Mereka berharap pihak Rutan terus memperhatikan kondisi kesehatan Yehezkiel serta memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku selama yang bersangkutan berada dalam tahanan.

Red