.
Barometerkepri.com | Batam, Insiden Kecelakaan kerja (laka kerja) kembali terjadi di kawasan industri Batam. Insiden tersebut diduga terjadi di PT KSB (Karyasindo Samudra Biru), Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, pada Rabu (08/04/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui berinisial PSB (22), seorang pekerja dari subkontraktor PT ISS. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya dalam kondisi kritis dan sempat dilarikan ke RS Santa Elisabeth Sei Lekop, Sagulung. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat tersengat listrik saat bekerja.
Menurut keterangan rekan kerja, saat kejadian korban tengah melakukan pemotongan besi (cutting) di area dekat panel listrik. Di lokasi tersebut juga terdapat genangan air yang diduga merupakan sisa hujan sebelumnya.
“Korban lagi cutting dekat panel listrik, di situ ada air tergenang,” ungkap rekan korban.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait penerapan standar Keamanan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mengingat pekerjaan dilakukan di dekat instalasi listrik dengan kondisi lingkungan yang basah, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
Pantauan di rumah sakit, terlihat kehadiran aparat dari Polsek Sagulung serta tim Identifikasi (Inafis) dari Polresta Barelang.
Saat dikonfirmasi, pihak Inafis dari Polresta Barelang membenarkan adanya kejadian tersebut, namun menyebut kronologi lengkap masih dalam tahap pendalaman.
“Benar, ada kejadian tersebut. Untuk kronologinya kami belum mengetahui secara jelas. Kemungkinan besok kami baru akan ke TKP,” ujar petugas Inafis.
Korban diketahui berasal dari Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan. Informasi yang diperoleh menyebutkan, jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halamannya pada Kamis (09/04/2026).
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi.
Diharapkan, instansi terkait dapat segera melakukan penelusuran dan memberikan klarifikasi guna memastikan penyebab pasti kejadian serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.
Hingga saat ini, pihak manajemen PT KSB maupun PT ISS juga belum memberikan keterangan resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan K3 secara ketat, khususnya dalam pekerjaan berisiko tinggi yang melibatkan instalasi listrik.

