BAROMETER KEPRI
Minggu, 05 April 2026, April 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-04T19:42:14Z
BeritaNews

GELPER Liar Meraja di Batam, Diduga Ada Pembiaran, Warga Sorot Kinerja Aparat Penegak Hukum

.


Barometerkepri.com | Batam, Keberadaan Gelanggang Permainan (Gelper) yang diduga kuat berisi aktivitas perjudian di wilayah Nongsa, Kota Batam, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Meski beroperasi secara terang-terangan mulai dari sore hingga dini hari, tempat ini seolah "kebal hukum" dan belum tersentuh tindakan tegas dari aparat penegak hukum.



Dari hasil pantauan di lapangan, lokasi tersebut terlihat tetap ramai dikunjungi para pemain, khususnya saat malam hari tiba. Aktivitas operasional berjalan sangat panjang, dimulai dari pukul 15.00 WIB sore dan baru ditutup sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tanpa adanya hambatan berarti.



Diduga Penguasa "Wilayah Gelap" di Batam


Menurut keterangan salah seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, dugaan aktivitas ilegal yang berpusat di Nongsa ini ternyata hanya sebagian kecil dari jaringan yang jauh lebih besar.



Narasumber tersebut menyebutkan bahwa sosok yang bernama atau bermarga Pakpahan ini diduga memiliki kendali hampir di seluruh pelosok Kota Batam. Mulai dari wilayah Teluk Bakau, Punggur, Bukit Senyum, Dapur 12, hingga warung-warung di pinggir jalan kawasan Batu Aji, disebutkan banyak lokasi Gelper yang beroperasi secara bebas dan terang-terangan di bawah kendali jaringan ini.



Ada Wanita "Spesialis" Kondisikan Media



Fakta yang tak kalah mengejutkan juga diungkapkan terkait strategi yang digunakan agar operasional mereka aman dari sorotan. Di sejumlah lokasi yang dikuasai, disebutkan adanya sosok wanita yang bertugas khusus untuk mengatur atau "mengkondisikan" pihak media agar isu atau berita mengenai praktik ilegal tersebut tidak muncul ke permukaan.



Wanita tersebut dikenal dengan panggilan "Romantis" atau sering juga disapa dengan nama lain Bu RT (Ratu Tega). Ia diduga berperan penting dalam menjaga agar operasional di lapangan tetap berjalan lancar tanpa gangguan pemberitaan.



Warga Heran, Pertanyakan Kinerja Polsek Nongsa



Kondisi ini memicu rasa heran sekaligus kegeraman warga sekitar. Mereka mempertanyakan mengapa aktivitas yang jelas-jelas diduga melanggar hukum itu justru dibiarkan berlangsung lama tanpa ada penertiban.



Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya. Ia menilai keberadaan tempat tersebut mencoreng nama baik wilayah dan meresahkan lingkungan.



"Polsek Nongsa tidak bisa menertibkan gelper itu, ada apa?" ujar warga tersebut dengan nada penuh tanya dan kekecewaan.



Pertanyaan ini rupanya bukan hanya milik satu orang, namun telah menjadi keresahan yang meluas di tengah masyarakat. Di satu sisi, aktivitas ini dianggap meresahkan dan menjadi sarang praktik ilegal. Namun di sisi lain, belum terlihat adanya tindakan tegas yang mampu menghentikan operasional tempat tersebut.



Situasi yang berlangsung ini menimbulkan tanda tanya besar di mata publik. Apakah aparat kesulitan dalam melakukan penindakan? Atau justru terjadi pembiaran yang disengaja sehingga tempat tersebut bisa beroperasi dengan leluasa siang dan malam?



Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak berwenang terkait langkah konkret apa yang akan dilakukan untuk menertibkan lokasi tersebut.



Masyarakat pun kini menanti kejelasan. Publik berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas dan profesional demi menjaga ketertiban umum sekaligus menegakkan hukum yang berlaku di wilayah Nongsa maupun wilayah lainnya di Kota Batam.