Iklan

BAROMETER KEPRI
Kamis, 26 Februari 2026, Februari 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-26T05:12:54Z
BeritaNews

Warga Sungai Pelunggut, Minta Komitmen Penanganan Debu dan Jalan Rusak, Sertu Lubis dan Perangkat Mediasi

.


 

Barometerkepri.com | Batam, Puluhan warga Kelurahan Sungai Pelunggut mendatangi lokasi penimbunan tanah di kawasan Kavling Seroja, dekat SMA Negeri 17 Batam, Selasa (25/2/2026) siang. Dalam aksi yang berlangsung tertib namun tegas, warga menghentikan secara paksa operasional puluhan dump truck yang keluar-masuk lokasi proyek cut and fill.

Aksi tersebut dipicu oleh keluhan warga atas dampak aktivitas proyek yang dinilai semakin meresahkan. Sejak sekitar dua pekan terakhir, lalu lintas kendaraan berat pengangkut tanah disebut berlangsung hampir setiap hari, menimbulkan debu pekat dan kerusakan jalan akses permukiman.


Perwakilan warga, Priyadi, mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya telah berupaya menyampaikan keluhan secara baik-baik. Namun karena tidak ada respons konkret dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait, warga akhirnya turun langsung menghentikan operasional sementara.

“Jalan akses rusak, debu berterbangan sampai masuk rumah. Anak-anak batuk-batuk, apalagi sekarang bulan puasa. Siang hari panas, debunya sangat mengganggu. Suara mesin truk juga mengganggu waktu istirahat,” ujar Priyadi di lokasi.


Menurutnya, warga tidak menolak pembangunan. Namun mereka meminta agar pelaksana proyek memperhatikan dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Salah satu tuntutan utama adalah penyiraman jalan secara rutin setiap hari untuk mengurangi debu, serta perbaikan jalan yang rusak akibat beban kendaraan berat.


“Pokoknya kami mewakili warga meminta penanggung jawab proyek lebih peduli. Minimal jalan disiram setiap hari supaya debu tidak beterbangan. Jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” tegasnya.


Warga juga mengaku telah beberapa kali menyampaikan pengaduan ke dinas terkait, namun belum ada tindakan tegas yang dirasakan. Kondisi itu memicu kekecewaan yang akhirnya bermuara pada aksi penghentian sementara aktivitas dump truck.


Situasi di lapangan sempat memanas ketika sejumlah truk tertahan di akses masuk kawasan. Namun ketegangan mereda setelah aparat dari Kodim 0316/Batam melalui Babinsa Sungai Pelunggut, Sertu Lubis, tiba di lokasi untuk melakukan mediasi.


Dalam keterangannya, Sertu Lubis mengimbau seluruh pihak agar tetap menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Ia meminta pihak pelaksana proyek untuk segera berkoordinasi dengan warga setempat guna mencari solusi bersama.


“Kita harapkan ada komunikasi yang baik antara pelaksana dan masyarakat. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman. Semua harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, aktivitas dump truck masih dihentikan sementara sambil menunggu adanya kesepakatan antara warga dan pihak penanggung jawab proyek. Warga berharap ada komitmen tertulis terkait pengendalian debu, pengaturan jam operasional, serta perbaikan jalan agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.

(Tim/red)