.
Barometerkepri.com | Batam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad melakukan rotasi dan pelantikan empat pejabat pimpinan tinggi pratama (kepala dinas) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Jumat (6/2/2026). Langkah ini disebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus upaya memperkuat pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Pelantikan berlangsung di Aula Lantai IV Ruang Engku Hamidah, Kantor Pemerintah Kota Batam, dan turut disertai pengangkatan sejumlah pejabat fungsional.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa jabatan tidak boleh dipahami sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan pematangan birokrasi.
“Semua jabatan adalah jalan untuk memahami bagaimana pemerintahan ini bekerja. Bukan tempat menentukan reputasi,” ujar Amsakar.
Ia menekankan tiga nilai utama yang harus segera dijalankan pejabat baru, yakni kecepatan kerja, keseriusan, dan integritas.
Perpustakaan sebagai Ruang Edukasi Publik
Salah satu sektor yang menjadi perhatian Amsakar adalah Dinas Arsip dan Perpustakaan, yang kini dipimpin Herman Rozi. Ia mendorong agar fungsi perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi ruang belajar yang hidup dan relevan bagi pelajar.
Amsakar meminta penguatan kemitraan dengan sekolah-sekolah agar budaya literasi tumbuh sejak dini.
“Jadikan perpustakaan ruang edukasi yang mengesankan dan meninggalkan kesan positif bagi anak-anak,” kata Amsakar.
Dengan latar belakang akademik doktoral yang dimiliki Herman, Amsakar berharap muncul inovasi yang membuat perpustakaan menjadi magnet bagi masyarakat yang haus pengetahuan.
Tantangan Damkar dan Infrastruktur Jalan
Di sektor Pemadam Kebakaran, Amsakar menyoroti tantangan yang langsung dihadapi Kepala Dinas baru, Herdiana Gustini. Bahkan, sehari setelah pelantikan, Herdiana sudah dihadapkan pada peristiwa kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Amsakar menekankan pentingnya kesiapan armada pemadam, termasuk pembenahan kendaraan yang mulai mengalami kerusakan.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Bina Marga Metra Dinata, Amsakar menegaskan percepatan pembangunan dan perbaikan jalan, khususnya di kawasan dengan tingkat kemacetan tinggi.
Pemko Batam, kata Amsakar, menargetkan peningkatan konektivitas wilayah Sungai Beduk–Nongsa, pelebaran akses menuju waduk, serta jalur Batuaji tembus Kabil sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas.
Sampah Masuk Kategori Darurat
Persoalan sampah menjadi perhatian utama lain dalam arahannya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dohar Manggalando Hasibuan diminta bekerja ekstra mengingat Batam termasuk daerah yang masuk kategori penanganan darurat sampah secara nasional.
“Sampah ini persoalan kompleks dan harus ditangani total,” kata Amsakar.
Ia menyebut, sesuai arahan Presiden, Batam akan menjalankan gerakan kebersihan bertajuk Gemah Batam Asri sebagai bagian dari tindak lanjut program nasional.
Tiga Masalah Paling Dirasakan Warga
Amsakar mengingatkan bahwa pemerintahannya memiliki 15 janji politik, dengan tiga isu yang paling dirasakan langsung masyarakat, yakni sampah, banjir, dan pelayanan air bersih.
“Kalau tiga ini tidak selesai, tentu menjadi catatan serius bagi kami,” ujarnya.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bekerja secara kolaboratif, meninggalkan pendekatan lama, dan memandang rotasi jabatan sebagai kebutuhan organisasi demi peningkatan kinerja dan pelayanan publik
(Yuni/red)

