Iklan

BAROMETER KEPRI
Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-16T11:18:04Z
NewsPendidikan

Amsakar Achmad Raih Penghargaan, Batam Komitmen Tingkatkan Pendidikan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari BPMP Kepulauan Riau.

.


 

Barometerkepri.com | Batam, Pengakuan atas komitmen di bidang pendidikan kembali diraih Pemerintah Kota Batam. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima penghargaan kategori Dukungan Pemerintah Daerah pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari BPMP Kepulauan Riau.


Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kepala BPMP Kepri, Warsita, dalam Malam Apresiasi Pendidikan dan Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 yang digelar di Planet Holiday Hotel, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan yang berlangsung 13–15 Februari tersebut menjadi ajang konsolidasi pemangku kepentingan pendidikan dengan tema penguatan partisipasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.


Di hadapan peserta, Amsakar menegaskan bahwa arah pembangunan sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kebijakan pendidikan hari ini.


“Mustahil berbicara tentang daya saing jika SDM tidak dipersiapkan dengan baik. Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk mengubah kehidupan, dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak diperhitungkan menjadi diperhitungkan,” ujarnya.


Ia mengulas keberhasilan Jepang dan Singapura sebagai contoh negara yang maju berkat fokus pada kualitas SDM. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengalokasian anggaran pendidikan sekitar Rp1,1 triliun dari total APBD Rp4,3 triliun pada 2025–2026, serta distribusi 105.670 stel seragam gratis untuk siswa SD dan SMP.


Dukungan juga diberikan pada jenjang pendidikan tinggi melalui beasiswa bagi 2.025 mahasiswa, termasuk bagi anak hinterland dan keluarga prasejahtera. Selain itu, Pemko Batam merancang pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih (Sekolah Garuda) berkonsep asrama di lahan 18 hektare dengan dukungan dana pengusaha sebesar Rp150 miliar.


Menanggapi Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, Amsakar menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis jangka panjang.
“Program ini bukan sekadar pemenuhan gizi, tetapi investasi masa depan. Di Batam, kami mengawal agar pelaksanaannya berdampak langsung pada kesehatan siswa sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari dapur mandiri hingga pemberdayaan petani,” katanya.


Menurutnya, capaian sektor pendidikan turut mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam yang kini berada di angka 83,8, tertinggi di Kepulauan Riau dan termasuk yang terbaik di Sumatera.



“Jika IPM meningkat, kemiskinan menurun, dan ekonomi tumbuh, berarti tata kelola pemerintahan berada di jalur yang tepat. Saya mengajak seluruh kepala dinas dan kepala sekolah terus melakukan evaluasi serta merumuskan langkah taktis yang implementatif,” ujarnya.

(Yuni/red)