.
Barometerkepri.com | Batam, Meningkatnya realisasi investasi di Kota Batam mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk praktisi hukum. Penasehat Hukum sekaligus Advokat, Sudirman Situmeang, S.H., menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Pandangan tersebut disampaikan Sudirman saat berbincang santai dengan sejumlah wartawan di kawasan Kepri Mall, Batam Centre, Senin (08/06/2026). Dalam kesempatan itu, pembahasan awal terkait perkembangan penanganan kasus meninggalnya almarhum Bripda Natanael Simanungkalit yang saat ini diketahui telah memasuki tahapan P-19 dalam proses penuntutan.
Di sela-sela diskusi tersebut, Sudirman turut menyoroti perkembangan pembangunan dan iklim investasi di Kota Batam yang menurutnya menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Sudirman, masuknya investasi dalam jumlah besar tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan hasil dari upaya membangun kepercayaan investor melalui kepastian pelayanan, percepatan perizinan, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
"Investor itu melihat banyak aspek sebelum menanamkan modalnya. Mereka melihat stabilitas daerah, kemudahan berusaha, kepastian hukum, kesiapan infrastruktur hingga bagaimana pemerintah merespons kebutuhan dunia usaha. Ketika investasi terus meningkat, itu menunjukkan adanya kepercayaan yang tumbuh terhadap Batam," ujarnya.
Ia menilai kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sejauh ini menunjukkan keseriusan dalam mendorong percepatan pembangunan serta memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.
Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah bersama BP Batam mulai dari pembenahan pelayanan, penyelesaian persoalan infrastruktur, hingga upaya mempercepat proses investasi telah memberikan sinyal positif bagi dunia usaha.
"Batam memiliki posisi yang sangat strategis. Ketika pemerintah mampu memberikan pelayanan yang cepat, kepastian regulasi, dan menjaga stabilitas daerah, maka investor akan datang dengan sendirinya. Saya melihat ada semangat baru dalam mendorong Batam menjadi lebih kompetitif," katanya.
Sudirman juga mengingatkan bahwa peningkatan investasi pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga Batam.
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.
"Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika investasi masuk, maka harus diikuti dengan bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya peluang usaha dan tumbuhnya ekonomi daerah. Di situlah keberhasilan sesungguhnya," tegasnya.
Sebagai praktisi hukum, Sudirman juga menekankan pentingnya menjaga kepastian hukum dan stabilitas sosial sebagai fondasi utama dalam mendukung keberlanjutan investasi di Batam.
Menurutnya, dunia usaha membutuhkan lingkungan yang aman, kondusif dan memiliki kepastian hukum yang jelas. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha dan masyarakat harus terus diperkuat.
"Investasi dan kepastian hukum adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kepastian hukum terjaga, pelayanan publik semakin baik dan stabilitas daerah terpelihara, maka Batam akan semakin dipercaya oleh investor nasional maupun internasional," pungkasnya.
[Red]

