.
Barometerkepri.com | Batam, PT PLN Batam berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, meski terjadi lonjakan konsumsi listrik hingga 19 persen. Selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, masyarakat dipastikan tidak mengalami pemadaman listrik.
Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menyampaikan bahwa seluruh sistem kelistrikan berjalan optimal berkat kesiapan personel dan infrastruktur yang maksimal.
“Seluruh personel kami siagakan agar pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Yoga, Senin, 30 Maret 2026.
Untuk mendukung keandalan tersebut, PLN Batam mengerahkan ratusan personel lintas divisi serta mengaktifkan puluhan posko siaga kelistrikan di berbagai titik strategis. Tim dari sektor pembangkitan, transmisi, distribusi hingga pengatur beban disiagakan guna merespons cepat potensi gangguan.
Pengamanan pasokan listrik juga diprioritaskan di sejumlah objek vital, seperti bandara, pelabuhan, rumah ibadah, serta fasilitas publik, khususnya saat arus mudik dan puncak perayaan Idulfitri.
Dari sisi pasokan, sistem kelistrikan Batam-Bintan dalam kondisi aman sepanjang 6–31 Maret 2026. Daya mampu tercatat sebesar 880,8 megawatt (MW) dengan beban puncak mencapai 761,0 MW. Dengan cadangan daya sebesar 119,8 MW atau reserve margin 15,7 persen, sistem tetap terjaga stabil.
Ketersediaan energi primer turut mendukung keandalan tersebut. Pasokan gas mencapai 133,8 BBTUD, melampaui kebutuhan rata-rata sebesar 102 BBTUD. Selain itu, stok batu bara juga dipastikan dalam kondisi aman.
PLN Batam juga menyiapkan berbagai skenario darurat dengan dukungan peralatan seperti genset mobile, gardu portable, trafo mobile, serta armada operasional untuk memastikan respons cepat terhadap gangguan.
Di luar masa siaga, PLN Batam terus memperkuat infrastruktur kelistrikan. Saat ini, sistem didukung oleh 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, serta jaringan listrik sepanjang hampir 3.000 kilometer.
Dengan jumlah pelanggan yang telah melampaui 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam terus mengalami peningkatan, terutama dari sektor industri dan bisnis.
Ke depan, PLN Batam juga mempercepat transformasi melalui pengembangan smart grid, penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan sistem kendali berbasis SCADA.
“Ke depan, kami terus meningkatkan kualitas layanan agar kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara optimal,” tutup Yoga.

