BAROMETER KEPRI
Rabu, 01 April 2026, April 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-01T08:16:07Z
HukumLapas Batam

Lapas Kelas IIA Batam Menggelar Halal Bihalal dan Silahturahmi Bersama Insan Pers

.


 


Barometerkepri.com | Batam, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus halal bihalal bersama insan pers Kota Batam, Kamis (31/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Lapas Batam tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan antara Lapas dan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah wartawan dari berbagai media hadir dan berdialog langsung dengan jajaran Lapas Batam mengenai berbagai isu terkait pemasyarakatan, transparansi informasi, serta peran media dalam mendukung keterbukaan publik.


Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa hubungan baik antara lembaga pemasyarakatan dan insan pers merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat.

Menurutnya, media memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara lembaga negara dan publik.


“Menjalin kerja sama dan tali silaturahmi dengan insan pers merupakan sinergi yang sangat strategis. Pers adalah mitra penting dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan di Lapas kepada masyarakat,” ujar Yosafat.




Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam menjalankan tugas pemasyarakatan, meskipun menyadari bahwa kesempurnaan bukanlah hal yang mudah dicapai.


“Sempurna itu milik Tuhan. Namun sebagai manusia, kita harus terus berupaya dan bekerja sebaik mungkin dalam memberikan pelayanan,” tambahnya.




Melalui kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ini, Lapas Batam berharap hubungan baik dengan insan pers dapat terus terjalin secara konstruktif. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat transparansi, meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan akuntabel.


Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi terbuka antara pihak Lapas dan media, sehingga berbagai informasi maupun masukan dapat disampaikan secara langsung demi perbaikan pelayanan ke depan.