.
Reses yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (26/4) pukul 20.00 WIB bertempat di halaman SDN 009 Tanjung Uncang, Perumahan Permata Laguna, menghadirkan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri 5, H. Iman Sutiawan. Kegiatan ini direncanakan menjadi wadah penampungan aspirasi bagi warga yang tersebar di empat wilayah administratif, meliputi Kecamatan Belakang Padang, Sekupang, Batu Aji, dan Sagulung.
Di balik penyelenggaraannya, sejumlah elemen masyarakat menyampaikan kekhawatiran yang sama. Menurut pengamatan mereka, selama ini aspirasi yang disampaikan kerap kali hanya dicatat dan dijanjikan akan diperjuangkan, namun pada akhirnya tak jarang berakhir tanpa kejelasan arah dan tindak lanjut. Kondisi ini perlahan menimbulkan skeptisisme, di mana masyarakat mulai memandang kegiatan reses sebagai rutinitas tahunan tanpa makna substansial.
“Reses jangan hanya jadi seremoni atau foto-foto saja. Kami butuh bukti, butuh solusi, bukan sekadar janji manis yang terlupakan begitu acara selesai,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menambahkan, sudah banyak persoalan yang disampaikan dari tahun ke tahun, namun hingga kini belum terlihat perubahan berarti.
Berbagai isu mendasar menjadi catatan keluhan utama warga, mulai dari buruknya kondisi infrastruktur jalan, ketersediaan lapangan kerja yang layak, hingga dampak aktivitas industri yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Persoalan-persoalan ini dinilai belum terselesaikan secara tuntas dan menyeluruh, meski telah berkali-kali diangkat dalam forum-forum pertemuan serupa.
Pada kesempatan kali ini, kehadiran perwakilan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk dari Kelurahan Kibing, diharapkan dapat menyampaikan gambaran kondisi riil yang terjadi di lapangan secara utuh dan terus terang. Namun di balik kesempatan tersebut, publik kini menaruh perhatian lebih pada apa yang akan terjadi setelahnya. Bagi masyarakat, mendengar saja tidak cukup; yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa suara mereka akan dibawa ke meja pembahasan, diperjuangkan, dan diterjemahkan ke dalam kebijakan atau program kerja yang nyata. Antara lain :
- Mewujudkan Bangunan Sekolah Menengah Atas
- Sasaran Dana CSR dari Perusahaan buat para orang tua
- Perbaikan Drenainase dekat Sekolah Dasar
Secara fungsi, reses merupakan salah satu mekanisme demokrasi yang memiliki peran strategis. Di momen inilah wakil rakyat mendapatkan masukan langsung untuk menyusun dan menyempurnakan kebijakan, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja eksekutif. Namun jika prosesnya hanya berhenti pada pencatatan aspirasi tanpa ada tindak lanjut yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, maka kegiatan ini berpotensi kehilangan hakikat dan tujuannya. Lama-kelamaan, reses hanya akan dianggap sebagai formalitas belaka yang tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Panitia penyelenggara telah mengimbau warga yang berencana hadir untuk datang lebih awal, setidaknya 15 menit sebelum acara dimulai, agar jalannya pertemuan dapat berjalan tertib dan kondusif. Namun bagi masyarakat, kedisiplinan waktu hanyalah hal teknis. Yang jauh lebih penting adalah keyakinan bahwa setiap suara yang disampaikan tidak akan hilang begitu saja, melainkan menjadi langkah awal perbaikan dan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi.
Turut Hadir :
- Ketua Komisi IV DPRD Kepri Kapt.Luther Jansen.
- H. Muhammad Rudi ST. Anggota DPRD Ketua Komisi III Batam
- Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizky Subagio
- Camat Batu Aji
- Lurah Tanjung Uncang
- Danramil Sekupang
- Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Negeri.
- Para Tokoh FKTW Sekecamatan Batu Aji
- Babinkamtibmas
- Babinsa




