Iklan

BAROMETER KEPRI
Kamis, 19 Februari 2026, Februari 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-19T15:39:55Z
BeritaNews

Akibat Pencemaran Limbah B3, Warga Pulau Labu Minta Perhatian Walikota dan Wakil Walikota, Karena Dapat Mengancam Ekonomi dan Kesehatan Warga

.


 

Barometerkepri.com | Batam, Dampak Lingkungan dan sosial yang dialami nelayan warga Pulau Labu seolah dianggap biasa saja membuat nelayan warga Pulau Labu kecewa, Masyarakat yang tergabung sebagai Ormas lokal bernama  Perkumpulan Keluarga Sosial dan Sejahtera, yang di singkat " BULANG PERKASA " berharap perhatian serius dari Pemerintah dan pihak swasta, pada Kamis (19/02/26), Batam.



Akibat Limbah B3 berupa minyak oli hitam pekat yang mencemari pantai sekitar pemukiman hingga merembes sampai ke titik lokasi tangkapan ikan yang menjadi sumber penghasilan untuk menyambung hidup mereka hingga kini belum terealisasi dan masih menunggu tindakan serius dari Dinas Lingkungan Hidup kota Batam,

Menurut Ramadan, Perangkat RW Bulang untuk sementara masyarakat belum mendapatkan bukti darimana sumber asal tumpahan limbah B3 Minyak oli hitam pekat tersebut.


" Upaya pertama dalam waktu dekat, rencananya akan di lakukan pembersihan terlebih dahulu, bersama Pihak Dinas Lingkungan Hidup kota Batam
kerja sama dengan kecamatan dan kelurahan di area tempat yang terkena limbah itu Saja , " tuturnya.


Ramadan menambahkan, dampak ini sangat berakibat buruk terhadap ekonomi dan kesehatan masyarakat.

 

" Sebenarnya apa yang dirasakan warga akibat tercemarnya menimbulkan kekuatiran baik  secara ekonomi demikian juga dengan kesehatan warga kami, Nelayan tidak berani turun untuk sementara waktu sebelum adanya pembersihan."  Keluhnya via WhatsApp +62878xxx-xxxx kepada awak media ini.


Senada dengan statement Amran  selaku Biro Hukum "Ormas Bulang Perkasa " yang merupakan Ormas lokal di kecamatan Bulang,



Sebagai kepala Biro hukum Bulang Perkasa menyampaikan bentuk kritik keras tentang bagaimana Badan Pengawasan Pulau sekitar Batam jelas diketahui tidak berfungsi sebagai kontrol pengawasan di daerah pesisir pulau sehingga kejadian yang sama berkali kali berulang.






"  Tumpahan limbah B3 Minyak oli hitam pekat yang mencemari perairan pulau labu membuat masyarakat bingung mau mengadu kemana.Cukup jelas kejadian baru-baru ini pulau labu di cemari limbah minyak hitam oil yang dihasilkan dari  kawasan industri perkapalan dok. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu respon dan tindakan pemerintah, kuat dugaan bersumber dari kawasan pengembangan shipyard sekitar tidak jauh dari kawsan kampung kami." Ungkapnya.





Amran menambahkan ungkapan rasa kecewanya pada Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Bpk. H.  Amsakar dan Li Claudia Chandra. Dinilai masih kurang memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat, untuk membangun batam harus dengan upaya serius untuk menjadikan Batam sebagai Kawasan daerah kota yang bersih, dan secara nyata dirasakan masyarakat 





" Besar harapan kami perhatian khususnya di daerah kami bagian pesisir untuk Pemerintah yang di pimpin H. Amsakar Ahmad Walikota dan Wakil Walikota Bu Li Claudia Chandra agar betul-betul nyata dirasakan masyarakat kami, dengan pemerataan pembangunan infrastruktur juga dirasa belum sepenuhnya terealisasi sesuai kebutuhan menurut kami harus melalui standart kajian." Tutupnya.



(Mpm/red)