Iklan

BAROMETER KEPRI
Jumat, 12 Desember 2025, Desember 12, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-12T11:02:18Z
BatamNews

Ziarah Makam Zuriah Nong Isa: Walikota Batam Amsakar - Wakil Walikota Li Claudia Chandra Ajak Masyarakat Melestarikan Sejarah dan Hormati Jasa Para Pendahulu

.


 

Barometerkepri.com | Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memulai rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 dengan melakukan ziarah ke Makam Zuriah Nong Isa di Kompleks Masjid At-Taqwa, Nongsa, Jumat (12/12/2025).



Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap para pendahulu yang meletakkan dasar terbentuknya Batam. Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Batam, Sekda Batam Firmansyah, keluarga besar Zuriah Nong Isa, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta masyarakat.



Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil untuk mendoakan almarhum Nong Isa beserta keturunannya dan tokoh lain yang memiliki kontribusi dalam sejarah Batam. Rombongan kemudian melanjutkan dengan prosesi tabur bunga dan doa bersama.



Amsakar menyebut ziarah ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga momentum refleksi sejarah dan spiritual bagi masyarakat Batam.



“Ziarah makam Zuriah Nong Isa menjadi pengingat jasa para perintis, sekaligus penyemangat untuk bekerja lebih keras membangun Batam,” ujarnya.



Ia menekankan pentingnya melestarikan sejarah agar generasi muda memahami perjalanan panjang Batam. Menurutnya, HJB merupakan kesempatan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.



“Dengan persatuan dan kebersamaan, kita optimistis Batam tumbuh menjadi kota maju dan sejahtera sesuai cita-cita para pendahulu,” tambahnya.



Amsakar juga kembali menjelaskan proses panjang penetapan Hari Jadi Batam. Ia mengungkapkan bahwa terdapat empat opsi historis yang sebelumnya dikaji, mulai dari masa Otorita Batam, pembentukan Kota Madya Administratif tahun 1983, hingga penetapan Batam sebagai daerah otonom pada 1999.



dokumen sejarah yang paling kuat dari Arsip Nasional, yaitu Surat Keputusan Sultan Abdurrahman dan Raja Ja’far yang menyerahkan mandat kepada Raja Isa untuk memimpin wilayah Nongsa dan rantau takluknya.



Penetapan tersebut dinilai paling relevan karena Batam sejak dulu berperan sebagai wilayah transit penting, termasuk persinggahan calon jemaah haji.



“Saya ingat betul prosesnya, karena saat itu saya menjadi ketua panitia perumusan Hari Jadi Kota Batam,” kenang Amsakar.