Iklan

BAROMETER KEPRI
Kamis, 11 Desember 2025, Desember 11, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-11T14:06:16Z
BeritaNews

Misteri Proyek Rp 1,4 Miliar di Batam: Kontraktor Tertutup, Dinas Bina Marga Bungkam

.


 

Barometerkepri.com | Batam,  Tim investigasi Media  kembali menemukan indikasi kuat lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan Proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Tembesi Center, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji. Proyek yang menguras anggaran Rp 1.431.834.515 dari kas daerah ini memperlihatkan sejumlah kejanggalan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB,



Papan Proyek “Kosong”, Transparansi Dipangkas

Papan proyek yang seharusnya memuat informasi lengkap justru berdiri layaknya papan dekorasi.


Tidak ada panjang pekerjaan.


Tidak ada volume.


Tidak ada spesifikasi teknis.


Tidak ada uraian kegiatan.




Aturan tegas seperti Permen PUPR 22/2018, Instruksi Presiden 17/2011, hingga pedoman LKPP terang-terangan mewajibkan penyedia memasang informasi rinci secara jelas dan terbuka. Tetapi di lokasi, kontraktor justru meninggalkan papan proyek asal jadi yang hanya menampilkan angka formalitas.


Ini bukan sekadar kelalaian — ini sinyal merah bahwa prinsip keterbukaan publik dipangkas.


Pengawas Lapangan Mengakui Kekosongan Data


Saat diwawancarai, Khairil, Konsultan/Pengawas Lapangan dari CV. Shine Engineering, mengonfirmasi panjang pekerjaan sekitar 100 meter.
Namun ia juga mengakui:
“Memang tidak dicantumkan di papan proyek.”


Pengakuan ini menegaskan bahwa kekosongan data bukan kecelakaan teknis, tetapi memang dibiarkan terjadi sejak awal pekerjaan berjalan.


Pelaksana Menghindar — Penanggung Jawab Ditutup-tutupi


Upaya awak media menelusuri pihak kontraktor semakin menguatkan dugaan adanya ketidakterbukaan.
Icha, pengawas lapangan dari CV. Helonia Marsitta Maju, menyebut bahwa penanggung jawab kontraktor adalah Hotman Marpaung. Namun ketika diminta memberikan nomor kontak resmi penanggung jawab, Icha langsung menolak sambil mengatakan:


“Takut dimarahi.” ucapnya.


Dari pantauan awak media ini Penolakan ini bukan hal sepele. Dalam proyek yang menggunakan uang negara, penanggung jawab wajib terbuka dan dapat dihubungi kapan saja demi kejelasan informasi.
Sikap menghindar seperti ini menimbulkan pertanyaan besar:
Apa sebenarnya yang ditakutkan oleh pihak kontraktor?
Mengapa penanggung jawab harus disembunyikan?



Warga Menilai Ada Kejanggalan


Sejumlah warga yang ditemui di lokasi juga merasa aneh dengan kondisi proyek.



"Kalau proyek pemerintah biasanya lengkap datanya. Ini kosong. Kita takut yang dikerjakan sedikit tapi uangnya besar," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan.



Keluhan warga ini merupakan sinyal penting bahwa publik sudah mulai mencium kejanggalan sejak awal. 



Di Mana Pengawasan Dinas?


Ketika papan proyek saja dibiarkan tidak sesuai aturan, pertanyaan terbesar pun mengarah ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.



Faktor yang dipertanyakan:


Apakah dinas pernah turun memeriksa?


Apakah mereka menyadari data vital hilang?


Atau malah ada pembiaran terhadap kontraktor yang memasang papan proyek ala kadarnya?



Dalam prosedur pengawasan proyek pemerintah, papan proyek merupakan syarat dasar. Jika hal paling mendasar saja tidak diawasi, bagaimana publik bisa yakin bahwa spesifikasi teknis dan kualitas pekerjaan diawasi dengan benar?



Uang Negara Butuh Pertanggungjawaban, Bukan Misteri

Proyek senilai Rp 1,43 miliar ini bukan proyek kecil.
Uang sebesar itu harus dikelola dengan transparan, bukan dengan sikap tertutup dan enggan memberi informasi.



Minimnya keterbukaan dari kontraktor dan lemahnya pengawasan dinas membuka ruang potensi penyimpangan yang lebih besar.


Awak Media barometerkepri.com menilai bahwa ketidaklengkapan papan proyek adalah langkah awal yang patut diwaspadai.

Hingga berita ini dipublikasikan, Tim masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Pihak terkait.


Tim PJS