.
Musibah bencana ekologis di tiga provinsi Pulau Sumatera sangat memprihatinkan. Bencana ini terjadi akhir November 2025 dan disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan ulah manusia.
Provinsi yang terkena dampak adalah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah sementara korban jiwa mencapai 442 orang, dengan 402 orang lainnya masih dinyatakan hilang ¹.
Sementara bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi yang besar, termasuk rusaknya 88 unit bangunan sekolah, 829,81 hektare lahan sawah/ladang yang rusak, dan 2.156 ekor ternak yang mati/hanyut ¹.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 30 November 2025, sementara tercatat 316 orang meninggal dunia, sementara 289 lainnya masih dinyatakan hilang ¹.
Faktor penyebab bencana ini antara lain adalah hujan ekstrem, kerusakan ekosistem hulu, deforestasi luas, alih fungsi lahan tak terkendali, dan buruknya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) ².
Selain itu, perkebunan sawit juga turut berperan dalam kejadian banjir dan longsor karena deforestasi dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit ³.
Dampak bencana ini sangat luas, termasuk kerusakan infrastruktur, kehilangan tempat tinggal, dan korban jiwa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahan bencana yang lebih baik di masa depan.
Berikut beberapa saran dan masukan kepada pejabat berwenang dan pengusaha :
Untuk Pejabat Berwenang :
1. Tingkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi lingkungan dan mitigasi bencana.
2. Buat kebijakan yang lebih ketat untuk melindungi hutan dan ekosistem alam.
3. Tingkatkan anggaran untuk penanggulangan bencana dan rehabilitasi lingkungan.
4. Lakukan penelitian dan pemantauan yang lebih baik untuk memahami penyebab bencana dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif.
Untuk Pengusaha:
1. Terapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
2. Investasikan dalam teknologi yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
3. Berpartisipasi dalam upaya konservasi lingkungan dan rehabilitasi daerah yang terkena dampak bencana.
4. Edukasikan dan melibatkan masyarakat lokal dalam upaya konservasi lingkungan dan pengembangan berkelanjutan
Harapan rakyat Indonesia, masyarakat khususnya yang terdampak bencana kepada pemerintah dan Swasta, Pejabat Pemegang Kewenangan dan Pengusaha dapat berbenah diri agar benar-benar memperhatikan Secara serius dampak buruk yang menimbulkan banyak kerugian materil dan korban jiwa pada bentuk Program Pembangunan berjangka terkait Kehutanan dan Lingkungan Hidup.


